Skip to content

Pertemuan

Siapa bilang pertemuan itu membunuh rindu? Ia hanya melipatgandakannya lalu diam-diam menikammu dari belakang. Kamu terhunus dalam bahagia. Lalu kamu menahan tangismu setelah ia kembali pergi. Kamu ingin hari itu berjalan lebih dari 24 jam. Tapi kamu pura-pura tersenyum. Punggungnya menyapamu untuk terakhir kali sebelum tubuhnya tak menyisakan bayangan. Kamu seperti bermimpi. Tapi itu nyata.

Ah, mereka bilang pertemuan itu pangkal rindu. Tapi bagimu ia tunas untuk lahirnya rindu-rindu yang terus bereplika. Kamu sempat lupa bahwa pertemuan bukan berarti harapanmu boleh tumbuh. Ah, kamu protes. Apakah bahagia tak juga diizinkan? Kamu hanya bahagia karena mimpimu menjadi kenyataan dalam sekejap. Kamu hanya teringat tahun-tahun sebelum hari itu, pertemuan macam itu harus kamu bayar dengan sebuah kekecawaan ketika kamu terbangun. Hanya mimpi.

Kamu tak peduli lagi apa kata mereka tentang pertemuan. Kamu hanya tahu, pertemuan itu membahagiakanmu walaupun di saat bersamaan menikammu. Walaupun harus dibayar dengan rasa sesak melihatnya kembali pergi, pertemuan tetaplah hadiah bagimu. Walaupun harus membunuh harapan yang diam-diam menumbuh, pertemuan tetap saja jawabanmu atas berbagai harapan. Walaupun harus memeras lagi air matamu oleh lipatan rindu, pertemuan tetap saja pengukir senyum yang terlalu lama kamu nanti. 

Bukankah kamu bahkan sudah menjauh dari harapan tentang pertemuan? Tapi Tuhan membawa langkahmu ke sana–tanpa sepengetahuanmu. Ketahuilah, barangkali pertemuan, yang walaupun tanpa banyak kata apalagi tatap, adalah hadiah atas kesabaranmu menata rindu. Seperti hadiah Tuhan pada Ibrahim atas keikhlasannya melepas Ismail untuk-Nya. Barangkali begitulah hadiah sebuah keikhlasan. Maka berhentilah berharap apa-apa pada pertemuan singkatmu itu. Karena bisa jadi, selain hadiah, pertemuan sebenarnya adalah ujian terindah Tuhan untukmu.

Ruang Move On
14 Oktober 2013

Published inProsa

14 Comments

  1. Cindy Cindy

    Ceritanya menyentuk sekali kak :”

  2. Dyah Ayu Setyarini Dyah Ayu Setyarini

    Bahasanya manis sekali, Kak. 🙂

    • ahimsa ahimsa

      🙂

  3. ini gue banget. nusuka banget. belum bisa muvoun.

  4. Dinda Sofianti Dinda Sofianti

    True banget :” Keren!!

  5. vikri faturrahman vikri faturrahman

    Selagii bisa bertemu.. Usahakanlah, tak bisa brtemu pum.. Berikabarlah.. <3

  6. Novia Lestika Novia Lestika

    Izin share kak..

  7. Akifah Akifah

    semoga bisa meniru jejaknya yang keren berkata-kata.. #menginspirasi

  8. agustin agustin

    so sad but true

  9. Halokurnia Halokurnia

    Ijin share di blog ya kak. Sumber tetep cantumin kok 🙂

  10. Handayani Handayani

    Keren that’s true

  11. Handayani Handayani

    Keren kak

  12. wardatul jannah wardatul jannah

    Terimakasih kak buku yg aphemera mnyentuh sekali buat saya,dn bisa saya jdikan sebagai inspirasi buat hdup yg gk jauh2 amat dari kisah2 yg ditulis sama kaka…

  13. shinta aprianti shinta aprianti

    izin share ya mba, suka bngt sama tulisan mba heheheee

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *