Skip to content

KAMU!

Ajarkanku menjadi naif, senaif rasa ragu dan yakin yang kaubungkus dengan rapi di depanku. Senaif rindumu dan rinduku yang pura-pura tak tahu semua ketidakberdayaanku. Senaif harapan yang masih saja ada di ujung logika cinta. Senaif ketegaranmu yang tinggal menunggu waktu saja untuk lapuk. Ajarkanku menghadapi hatiku. Bagaimanalah? Jika penyebab sakit dan obatnya berada dalam wujud yang sama: KAMU. Iya, Kamu. Sesosok manusia dalam imaji futuristik yang kupunya.

Sepenggal paragraf dalam surat yang menunggu sampai.
Di atas bus.
19 November 2012

Published inProsa

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *