Skip to content

Month: March 2016

Mencemburu Masa Lalu

Suatu kali saya pernah memiliki pertanyaan, “apakah setiap orang pernah mencemburui masa lalu pasangannya?”. Saya, jujur saja, pernah. Lalu, pikiran saya terbang menuju berbagai situasi lampau di mana seandainya pada masa lalu itu, saya lah yang ada di sebelah pasangan saya, bukan orang lain. Tapi pikiran saya yang lain seperti membunyikan alarm sendiri. Hei, bukankah di masa yang sama yang telah lampau itu, saya pun juga memiliki kisah sendiri? Adil. Bukankah kita dibersamakan sepaket dengan masa lalu, masa kini, dan (semoga) masa depan? Saya terdiam lagi.

Terlepas dari haramnya berandai-andai akan suatu hal yang sudah lampau, saya hanya ingin berbagi sedikit ceracauan saya tentang penerimaan, termasuk dalam menerima masa lalu kita sendiri maupun masa lalu pasangan kita. Karena dalam proses penerimaan itu, terkadang ujian itu datang begitu saja. Ada kecemburuan pada Continue reading Mencemburu Masa Lalu

Mengenalmu

Kamu dan aku adalah dua manusia asing yang lalu dipertemukan dengan keyakinan yang menghujam. Bahwa kamulah yang ridlonya kelak akan mengantarku ke surga. Bahwa akulah awak kapal yang akan kaunahkodai dalam samudera hidupmu. Begitu saja.

Kamu dan aku adalah dua manusia asing yang dipertemukan dengan keyakinan yang entah begitu saja. Cinta? Entah pula. Bagaimanalah. Jika cinta adalah mengenal, maka sekali lagi, kita adalah dua manusia asing.

Namun, percayalah, apalah arti keterasingan itu, jika Allah menjadi tujuan. Bukankah tak ada yang Continue reading Mengenalmu

Pertemuan

Siapa bilang pertemuan itu membunuh rindu? Ia hanya melipatgandakannya lalu diam-diam menikammu dari belakang. Kamu terhunus dalam bahagia. Lalu kamu menahan tangismu setelah ia kembali pergi. Kamu ingin hari itu berjalan lebih dari 24 jam. Tapi kamu pura-pura tersenyum. Punggungnya menyapamu untuk terakhir kali sebelum tubuhnya tak menyisakan bayangan. Kamu seperti bermimpi. Tapi itu nyata.

Ah, mereka bilang pertemuan itu pangkal rindu. Tapi bagimu ia tunas untuk lahirnya rindu-rindu yang terus bereplika. Kamu sempat lupa bahwa Continue reading Pertemuan