Skip to content

Tidak Mencintai Siapa-Siapa

Apakah dalam hidup kita harus mencintai seseorang? Bukan, maksudku bukan orang tua atau sahabat. Tapi cinta kepada seseorang lawan jenis. Cinta yang membuat huruf-hurufmu berjatuhan dalam bait puisi. Cinta yang membuat degupmu kautata agar tak melanggar aturan-Nya. Cinta yang meluruhkan semua keberanianmu ke dalam air mata hanya karena dadamu sesak oleh rindu. Cinta yang membuatmu menggigit sela-sela gigi atas dan bawahmu untuk menahan cemburu yang tak kaukira. Cinta yang membuatmu bermunajat pada-Nya. Atau barangkali cinta yang kausimpan diam-diam, tapi kaudoakan dalam setiap sujudmu. Entahlah bagaimana kamu mendeskripsikannya. Cinta itu membuat jiwamu lebih hidup. Sebagaimana Tuhan bertitah dalam bahasa Cinta surat Ar-Rum: 21, tentang pasangan yang membuat hatimu menjadi tenteram. Apakah setiap orang harus memilikinya? Apakah setiap orang harus merindukan sosoknya?

Allah, aku tidak tahu apakah aku harus bersyukur atau bagaimana, tapi aku tak tahu seseorang itu. Bahkan cinta yang dalam level terendah disimpan dalam ketidakberanian untuk menjemput jalan suci, yang hanya diketahui oleh hati kecil dan Pemilik Hati, aku tak memilikinya. Tapi, Rabb, aku mencintai-Mu, aku pun mencintai Ayah dan Ibuku juga adik dan keluargaku lainnya. Dan tanpa bisa kupungkiri, aku mencintai seseorang dalam ketidaktahuanku pada siapa cinta kutujukan. Seseorang yang Kaujanjikan akan menjadi penenteram hati. Seseorang yang sosoknya benar-benar belum kukenal (atau sudah tapi takkusadari). Ah sudahlah, barangkali aku harus bersyukur. Mungkin saja masih banyak orang yang menyimpan cintanya dalam ruang sesak di hatinya untuk seseorang. Mungkin saja masih banyak orang yang tengah menyembuhkan luka atas patah hati yang didera. Mungkin saja masih banyak orang yang memohon kepada Allah untuk dibersihkan hatinya dari cinta yang belum saatnya. Ya aku pernah mengalami itu semua. Barangkali sudah saatnya cinta akan datang padaku pada saat yang tepat. Tanpa harus ada cinta diam-diam atau patah hati. Ya, barangkali cinta halal yang membahagiakan yang akan datang padaku nanti. Entah kepada siapa.

Pool Pahala Kencana
Kudus, 16 Maret 2014
16.26

#tulisanlama

dan beberapa bulan kemudian, cinta itu benar-benar datang.

Published inProsa

4 Comments

  1. ARF ARF

    Terus nulisnya pas di Kudus terus dapetnya orang Kudus juga, aku nulis dimana ya enaknya hahahahha

    • ahimsa ahimsa

      hahaha dan aku baru nyadar dong ini

  2. rabbiyaya rabbiyaya

    Sumpah kata kata ini ngena bgt

  3. paras paras

    izin copas kak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *