Skip to content

Hampa

Kamu tahu rasanya kosong? Seperti kotak itu, tergeletak di sudut ruang yang pernah kuberi nama rindu. Tanpa nama, tanpa cerita, tanpa rasa, tidak juga sakit. Ia hanya kosong.

Kamu tahu rasanya kosong? Berjalan begitu saja. Berlari pelan-pelan. Berhenti ketika harus berhenti. Terduduk di ruangan yang pernah kuberi nama rindu. Sepi. Kosong juga rindu itu.

Kamu tahu rasanya kosong? Tiba-tiba tintaku macet. Pojok biruku memutih. Penaku mendiam. Menulis, yang selalu kubilang menyenangkan, tetiba menjadi hal tersulit.

Ada bahagia yang ingin kubagi, tapi tidak. Memang benar kata penulis favoritku itu, bahwa hal paling menyedihkan di dunia ini bukanlah saat kita sedih dan tidak ada tempat berbagi, namun saat kita bahagia dan tidak ada teman untuk berbagi kebahagiaan itu.

Kosong. Kopong. Dan suara-suara menggema. Menjadikan hati tak tahu rasa. Putih, tanpa cerita, tanpa kamu.
Sebab itu semua menjadi hampa. Kosong.

-Ahimsa Azaleav

Published inProsa

2 Comments

  1. Fiersa Fiersa

    ini seperti yang sedang terjadi padaku, rasanya hampa. Makasih kak sudah menulis dengan indah 🙂

  2. Sri Ika Wati Sri Ika Wati

    seperti yang ku rasakan saat ini 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *