Skip to content

Month: August 2017

Belajar Sabar

Man Shabara Dzafira

Suatu ketika, saya pernah lelah ketika Naya kumat tidak mau makan. Rasanya ffffhhh sesak sekali lihatnya. Tapi ya sudah, tarik nafas, tenang di pojokan mencari ide agar dia mau makan. Sabar menuntut kita untuk kreatif mencari solusi, sehingga kita lupa berkeluh kesah. Dari menawari nasi yang dibulat-bulat, disate, bikin makaroni, makan bareng temennya, dan lain-lain. Tapi ya gitu, masih irit. Tapi lebih baik, setidaknya dia mau makan walaupun sedikit. Ya udah. Ya udah. Saya mencoba melepaskan beban saya dengan pasrah. Nanti kalau lapar, dia pasti minta. Sambil berdoa tentu saja. Sabar. Sabar. Sabar itu kan berusaha dan berserah. Sabar bukan berarti kita tidak boleh kesal, tapi kita tahu cara menyalurkan kesal itu dengan baik. Apalagi menghadapi anak bayi, makin kita rungsing, makin menjauh dia dari harapan kita. Ya udah. Sabar. Lalu, tiba-tiba, Naya memberi kejutan. Saat saya sedang makan, tidak menawarinya, dia justru mengambil alih makanan saya dan makan sendiri dengan lahap. Ah leganyaaaaa. Kalau tadi saya jadi nangis atau marah, pasti menguras energi.

Di sisi lain, sabar juga terkadang tentang tidak menyerah dan terus berusaha. Continue reading Belajar Sabar

Naya dan Toilet Training

Hai, I’m ¬†back. Kali ini cerita perjalanan sebagai¬†emak-emak. Hehe. Sebelumnya, ini hanya cerita ya. Sekalian kemarin mencatat perkembangan Naya sejak toilet training. Saya banyak belajar dari tulisan ibu-ibu di blog tentang proses toilet training anaknya. Then, saya juga jadi semangat ikut nulis juga. Mungkin ada emak-emak yang jadi semangat ngajarin anaknya TT setelah baca ini. Aamiin.

Awalnya, saya mau memulai toilet training sejak Naya usia 16 bulan. Pertimbangan saya, saat itu dia sudah bisa bilang pipis ketika sedang di kamar mandi dan menunjuk popoknya dengan sebutan ‘pipis’. Tapi rencana itu mundur karena kita sekeluarga masih mobile bolak-balik sana-sini sampai Naya 18 bulan. Nah, pas usia 18 bulan, saya akhirnya bismillah memutuskan Naya akan mulai toilet training. Tapi waktu itu, sejujurnya saya belum terlalu siap. Masih banyak peer ini itu, masih melakukan perjalanan jauh, dll. Jadi saya tidak konsisten. Kadang pakai popok, kadang tidak. Lihat ompol di mana-mana rasanya puyeng. Haha. Jadi ya, sesuka hati saya aja. Apalagi pas pulang kampung lebaran kemarin, bubar. Hehe. Popok masih menggoda emak. Akhirnya, pelajaran inti dari toilet training pun tidak sampai ke Naya. Dia lebih sering pipis duluan, baru bilang pipis. Nah, setelah pulang dari lebaran, saya memutuskan untuk di rumah saja, saya mau kembali fokus memulai toilet training untuk Naya. Kali ini bekal saya insyaAllah juga lebih siap.

Nah, sebelumnya, sambil ngilangin capek pasca mudik, saya memulai baca lagi beberapa metode toilet training. Dari apa yang saya baca, ternyata toilet training itu tidak hanya membutuhkan kesiapan anaknya, tapi juga ibunya. Jangan sampai toilet training dilakukan saat pindah-pindah tempat tinggal, atau saat si anak punya adek baru, atau saat si ibu sibuk, dll. Karena, inti dari toilet training ini adalah kedisiplinan, kesabaran, konsistensi, dan fokus. Jadi, sebisa mungkin lakukanlah dengan bahagia tanpa ada tekanan bagi anak maupun ibunya. Fiuh, setelah menjalani, pantesan ya lulus toilet training jadi salah satu indikator kemandirian anak, karena prosesnya wow banget.

Maka, setelah berbagai urusan beres dan hati siap, bismillaah, 8 Agustus 2017 kemarin, saya mantap memulai lagi toilet training untuk Naya. Kali ini, saya udah bahagia lihat ompol di mana-mana dan ngepel berkali-kali. Udah rela kalau seprei harus basah dan rajin-rajin nyuci. Udah siap kalau harus lebih sering ganti baju karena tertempel ompol. Udah lebih tahan untuk konsisten nggak pakaikan Naya popok, meskipun saya capek. Kali ini tidak boleh lepas pakai lagi. Pelajarannya harus sampai. Karena itu semua, hati pun tenang menjalaninya. Sepanjang yang saya baca, kalau kita konsisten dan disiplin, serta semuanya siap, nggak lepas pakai popok, insyaAllah prosesnya lebih cepat.

Berikut catatan perjalanan toilet training Naya sejak resmi saya mulai lagi. Usia Naya 21 bulan kurang 3 hari ketika saya memulai TT. Continue reading Naya dan Toilet Training